Menjelang Hari Raya Qurban Peternak Sapi Was-Was, PMK Jadi Kendala

PATI, ZonaSatu– Para peternak sapi banyak yang was-was dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini menjalar pada sapi-sapi yang ada seluruh Indonesia khususnya di desa -desa yang ada di Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Apalagi, wabah ini menjalar menjelang Hari Raya Idul Adha, dimana masyarakat muslim pada khususnya akan melaksanakan ibadah qurban, karena dikawatirkan sapi-sapi yang akan dijadikan qurban itu terjangkit.

Baca Juga :   Pemprov Jateng Tetapkan 727 CJH Pati Yang Berangkat Ke Tanah Suci

“Penyakit mulut dan kuku yang menjangkiti hewan ternak di Indonesia dirasa cukup meresahkan bagi sejumlah warga. Karena sapi yang sehat pun dipastikan akan terjangkit, tergantung sapi yang daya tahan tubuhnya kuat hanya berlendir saja,”Ungkap Ketua Paguyuban Sapi Kabupaten Pati Agus Senin (27/6/2022).

Sejauh ini, Sudah banyak sapi yang mati akibat terjangkit PMK, sehingga sapi yang masih sakit langsung dipotong, karena dikawatirkan sapi-sapi itu akan mati begitu saja dan tidak laku terjual.

Baca Juga :   Material Proyek Milyaran Rupiah Ini Di "Buang" Ditengah Jalan, Warga : Kontraktornya Ngawur

“Sapi kalau sudah parah langsung dipotong, dan untuk harga jualnya juga turun, misalnya sapi yang biasanya harga Rp 30 juta, kalau sakit hanya laku Rp 10 juta,”Keluhnya.

Menjelang Hari Raya Qurban, Lanjut Agus, Sejumlah peternak sapi hanya bertahan, tapi dengan adanya wabah ini membuat para peternak menjadi was-was, sehingga para peternak banyak yang menutup kandangnya agar tidak terkontaminasi dari luar.

Baca Juga :   Audensi Penolakan Pabrik Sepatu Tertutup, Sejumlah Wartawan Diusir

“Misalnya kita dapat pesanan 5 ekor, namun kita kawatir, sebab kira-kira itu bisa sampai hari raya qurban apa tidak, padahal biasanya kalau hari raya qurban begini banyak orang cari sapi, jadi langkah kita ya menutup kandang dan tidak menerima tamu, takut sapi kita tertular dari luar,”Ujarnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.