Warganet Kleim Ada Rekayasa Dalam Penerimaan PPS

PATI, zonasatu.net– Perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, diduga syarat kepentingan. Hal itu menyusul karena ada dugaan rekayasa dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati bagi peserta yang lolos.

Seperti yang disampaikan para netizen di channel instagram milik KPU Pati, warga mengklaim adanya kecurangan dalam perekrutan penerimaan PPS yang diselenggarakan oleh KPU) pada Senin 23 Januari 2023.

Baca Juga :   Banjir Melanda 3 Kecamatan Di Kabupaten Blora, Kecamatan Jepon Terdampak Cukup Parah

Salah satu akun @dian.puspitanungrum menuliskan nek dari awal gak jujur, kenapa ndadak diadakan test segala, oh Iya kan lumayan ya min @kpukabpati ana anggaran nggo blonjo kebutuhan rumah tangga 😅, nilai tinggi kalah karo koneksi, tak kira nepotisme wes gak usum di 2023, tak kira cuma korupsi ae sing isih usum, jebule nepotisme juga isih lho, pripun Iki pak @ganjarpranowo?

Baca Juga :   PTNHM Resmikan Jembatan Shallut untuk Dukung Produksi

Akun lain dari @agus_angguus juga menyebut, yang dipilih para perangkat desa walaupun hasil testnya terendah, hooii Ojo kolusi wae @ganjar_pranowo

Hal senada juga disampaikan @doyoksportvoli yang menyatakan yang lolos hanya perangkat desa saja, sedangkan warga biasa kalahnya diwawancara walaupun test cat peringkat satu dengan nilai selisih nilai yang jauh, sarjana kalah dengan petani yang punya koneksi.

Dari tanggapan-tanggapan itu masih banyak kekesalan yang disampaikan oleh para warganet. Mereka menganggap para peserta yang lolos adalah mayoritas perangkat desa yang merupakan orang terdekat dari Kepala Desa (Kades) yang bekerja sama dengan KPU Pati untuk bisa lolos sebagai peserta PPS.

Warganet yang kecewa juga meminta agar sejumlah pihak-pihak seperti @bawasluri, @bawaslupati, @official.kpk, @ganjar_pranowo, @jokowi, @kpuri dan lain-lain untuk ikut turun dan melakukan evaluasi sebagai bentuk kekesalannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.