KUDUS, zonasatu.net || Ratusan siswa SMA 2 Kudus diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Purwosari 1, Kecamatan Kudus, pada Rabu (28/1/2026) siang.
Gejala mual, diare, dan nyeri perut menyerang mereka setelah mengonsumsi menu MBG berupa nasi putih, soto ayam suwir, tempe goreng, tauge, dan buah kelengkeng.
DKK Kudus melaporkan bahwa 121 siswa telah dirujuk ke beberapa rumah sakit, termasuk RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Dokter jaga IGD RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Muhammad Resa Perkasa, mengatakan bahwa siswa datang dengan gejala mual, muntah, dan diare, namun penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Pihak rumah sakit masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi pasien dan menentukan apakah mereka harus rawat inap atau boleh rawat jalan.
“Ini masih kita pantau, ada beberapa tingkat urgensi tapi tidak emergency,”kata dr. Resa.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memastikan bahwa semua siswa yang diduga keracunan telah menerima perawatan medis di beberapa rumah sakit dan di-cover BPJS.
“Penanganan rumah sakit dilakukan secara cepat dan semua pasien di-cover BPJS,” katanya.
Salah satu orangtua siswa, Nur Wahidah, mengungkapkan bahwa anaknya merasa mual dan diare setelah menyantap MBG.
“Anaknya baru kali ini terkena diare karena mengonsumsi MBG, padahal sebelum-sebelumnya baik-baik saja dengan menu yang disediakan,” katanya.
Pihak sekolah dan DKK Kudus masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab keracunan dan memastikan keselamatan siswa.
Mereka juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memantau kondisi siswa yang dirawat di rumah sakit.
DKK Kudus juga telah mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan mengumpulkan sampel makanan untuk diuji.
“Kami akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan,”kata Kepala DKK Kudus.
Siswa yang dirawat di rumah sakit saat ini dalam kondisi stabil dan sedang dalam pengawasan medis.





