“Kami akan terus memantau kondisi mereka dan memberikan perawatan yang terbaik,” kata dr. Resa.
Pihak sekolah juga telah menghubungi orangtua siswa untuk memberikan informasi dan memastikan keselamatan anak-anak mereka.
“Kami meminta orangtua untuk tetap tenang dan memantau kondisi anak-anak mereka,” kata Kepala Sekolah SMA 2 Kudus.
DKK Kudus juga telah membuka posko pengaduan untuk menerima laporan dan memberikan informasi kepada masyarakat.
“Kami siap membantu dan memberikan informasi kepada masyarakat,” kata Kepala DKK Kudus.
Pihak sekolah juga telah menyediakan makanan alternatif untuk siswa yang tidak ingin makan MBG.
“Kami ingin memastikan bahwa semua siswa mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,”kata Kepala Sekolah SMA 2 Kudus.
DKK Kudus juga telah menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi untuk meminta bantuan dan dukungan.
“Kami akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk mengetahui penyebab keracunan dan mencegah kejadian serupa,”kata Kepala DKK Kudus.
Pihak sekolah juga telah membersihkan dan mensterilkan area sekolah untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Kami ingin memastikan bahwa sekolah aman dan sehat untuk semua siswa,”kata Kepala Sekolah SMA 2 Kudus.
DKK Kudus juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan.
“Kami ingin masyarakat selalu waspada dan memperhatikan kebersihan untuk mencegah penyakit,”kata Kepala DKK Kudus.
Pihak sekolah juga telah menyediakan konselor untuk membantu siswa yang mengalami trauma atau stres akibat kejadian ini.
“Kami ingin memastikan bahwa semua siswa mendapatkan dukungan dan bantuan yang mereka butuhkan,” kata Kepala Sekolah SMA 2 Kudus.





