Menurutnya, Dari 13 Desa wisata yang diusulkan nantinya akan dinilai untuk ditetapkan oleh Bupati Pati sebagai desa wisata, dan tematicnya nanti akan berbeda dengan desa-desa yang lain.
“Masing-masing desa tematicnya beda-beda, dan 13 desa yang mengusulkan ini semuanya unik, dan antusias masyarakat untuk menjadikan desa wisata agar bisa mendapatkan pendapatan desa sangat antusias,”Ucapnya
Dari hasil penilaian nanti, Lanjut Rekso, Tim yang melakukan penilaian dari Akademisi, Praktisi, BPBD, DPUTR, dan Disporapar sendiri secara netral akan disampaikan ke Bupati Pati untuk menetapkan sebagai desa wisata, dan diharapkan dari 13 desa yang mengusulkan bisa lolos untuk menjadi desa wisata.
“Kita tidak menentukan satu, tapi melihat dari kriteria penilaian yang dianggap layak sebagai desa wisata,”Ujarnya.
Program desa wisata ini mulai dilaksanakan di tahun 2022, dan rencana tahun 2023 akan ditindak lanjuti untuk desa wisata yang sudah ditetapkan dan lebih dikembangkan untuk menjadi desa mandiri, maju dan mendapatkan penghasilan sendiri.
“Rencana penilaian desa wisata ini kita laksanakan 1 tahun sekali, dan nanti kita tidak berhenti untuk penilaian saja, namun nanti bersama-sama stakolder terkait untuk dilibatkan mengembangkan desa wisata,”Tutupnya.
(Ar/Ws).





