Edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan keseharian warga. Materi utama meliputi pembatasan konsumsi gula dan garam, jenis makanan yang dianjurkan dan perlu dibatasi, serta penerapan konsep “Isi Piringku” untuk memastikan gizi seimbang.
Selain soal makanan, peserta juga diedukasi tentang pentingnya aktivitas fisik ringan, menjaga berat badan ideal, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini dinilai efektif menekan risiko komplikasi pada lansia.
Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa membagikan brosur edukasi. Brosur berisi panduan pola makan sehat yang bisa dipraktikkan lansia maupun keluarga di rumah sebagai pengingat sehari-hari.Bidan Desa Karangayu, Ninik, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas adanya kegiatan ini karena cukup membantu para lansia, khususnya dalam mengetahui kondisi kesehatan mereka dan mendapatkan edukasi mengenai pola makan yang sesuai bagi penderita hipertensi dan diabetes. Kegiatan seperti ini juga dapat meningkatkan kepedulian lansia terhadap kesehatan mereka,” ujarnya.
Melalui program ini, KKN-R Tim II UNDIP berharap edukasi tidak berhenti di kegiatan sosialisasi. Pemahaman tentang pemilihan makanan, pembatasan gula dan garam, serta pola makan seimbang diharapkan menjadi kebiasaan baru di Desa Karangayu.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam menerapkan ilmu biologi dan kesehatan untuk masyarakat. Dengan pendekatan yang sederhana dan aplikatif, mahasiswa berupaya mendorong terbentuknya pola hidup lebih sehat di kalangan lansia.





