Kemarau panjang tahun ini memang menjadi musibah bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan. Sebagian tanaman mati akibat kekeringan, sebagian lainnya hangus terbakar.
“Semua kita korban. Ada yang tanamannya mati akibat kekeringan, ada pula lahannya terbakar. Jadi musibah kemarau ini semuanya menjadi korban,” tambahnya.
Menyikapi musibah ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara tengah menyiapkan skema pemulihan.
Bupati Halut, Piet Hein Babua, beberapa waktu lalu mengatakan, lahan perkebunan yang ditanami kelapa, pala, dan komoditas produktif lainnya memiliki nilai ekonomi tinggi bagi petani, sehingga kerusakannya berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.
Untuk itu, Bupati meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk segera melakukan inventarisasi terhadap lahan dan tanaman masyarakat yang terdampak kebakaran.
“Warga yang lahan perkebunannya terdampak kebakaran harus dilakukan pendataan. Pemda akan menyiapkan langkah pemulihan, termasuk penyediaan bibit dan bentuk dukungan lainnya kepada petani,” tegas Bupati.





