Lahan yang ditanami jagung, Kata Dia, kurang lebih antara 9 sampai 10 ribu hektare satu musim. Kalau perhutani sendiri sekitar 3 ribuan hektare. Sementara ditotal dalam setahun kurang lebih seluas 25 ribu hektare.
“Kondisi struktur tanah di lereng Pegunungan Kendeng berbatu. Jadi bagus untuk tanaman jagung. Sehingga hasil para petani cukup besar.”Ucapnya.
Wilayah Kendeng merupakan lahan dari Perhutani, namun lahan yang digarap oleh petani lahan luar kepemilikan, dan Dispertan hanya bertugas melaporkan produksi jagung saja.
“Produksi jagung itu lumayan hasilnya, sebab kalau nggak lumayan, petani nggak mau menanam. Kurang lebih kalau satu hektare itu 6 ton. Tinggal kali 10 ribu saja,”Tambahnya.
(Ws:01/RedZ1)





