“Kalau dari data total kumulatif atau dalam setahun ada 5.681 hektar, yang puso 1.282 hektar, itu data keseluruhan tanaman padi yang puso, dan data ini kami peroleh dari mitra kami petugas PUPT,”Katanya.
Ia mengaku meski petani mengalami gagal panen akibat banjir, namun pemerintah pusat hingga daerah tidak bisa berbuat banyak lantaran dengan kondisi keuangan yang dimiliki.
“Dari kabupaten maupun provinsi belum ada anggaran, jadi kami tidak bisa menyediakan bantuan. Kita lihat nanti apakah pusat tersedia atau tidak, sehingga bisa menjadi prioritas baik itu dari pusat maupan provinsi,” ujarnya.
“Saat ini, Pemkab juga belum bisa berempati atau berpartisipasi, apalagi menjanjikan, karena memang belum tersedia anggaran, untuk upaya saat ini yang dilakukan hanya swadaya dari masyarakat sendiri,”Cetusnya.
(Ws:01/RedZ1)





