“Kami apresiasi dan bersyukur, kepada personil tim gabungan terdiri dari TNI/Polri, BPBD, Satpol PP, diterjunkan langsung ke lokasi bencana,”ucapnya.
Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Halmahera Utara, Hentje Hetharia mengatakan, dari bencana banjir dan tanah longsor, Desa Doitia Kecamatan Loloda Utara mengalami dampak banjir terparah.
Untuk Penanganan sendiri kata dia, sudah dilakukan selama 3 hari, namun atas perintah Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menetapkan waktu maksimal satu minggu.
“Selama penanganan tim gabungan yang melakukan pekerjaan di lokasi bencana, yakni pembersihan lumpur di rumah warga, pembersihan sumur dan drainase. Semua alat sudah lengkap dan pekerjaan dimulai dikerjakan,”ujarnya
Hentje juga mengingatkan agar seluruh personel menjaga keselamatan selama bertugas, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.





