“Kami berharap ekspor perdana ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan. Ke depan, makin produk turunan kelapa yang dapat dikembangkan sehingga Halmahera Utara dapat menjadi salah satu pusat industri kelapa unggulan di Indonesia,” ujarnya.
Bupati Piet juga mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung setiap investor yang berinvestasi di Halmahera Utara. “Daerah tetap berkomitmen, mendukung setiap investor yang berinvestasi di Halmahera Utara. Sebab, kami ada investasi, pertumbuhan ekonomi masyarakat akan meningkat,” pungkasnya.
Produksi sabut kelapa PT Pasific Coir International mencapai sekitar 100 hingga 150 ton per hari. Oleh karena itu, Pemerintah berharap PT Pasific Coir International dapat terus memperluas kapasitas produksinya agar potensi bahan baku dari buah kelapa dapat terserap secara optimal.
Ekspor perdana cocopeat dan cocochip tersebut diberangkatkan dengan tujuan negara Taiwan. “Ekspor sabuk kelapa ini langkah strategis, ini buat nilai tambah komoditas kelapa sekaligus memperluas pasar ekspor kita,” tutur Piet.
Ekspor ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang tenaga kerja di daerah. “Ekspor ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, hal ini menjadi komoditas unggulan berbasis kelapa. Sehingga membuka peluang tenaga kerja kita di daerah,” pintanya.





