KENDAL zonasatu.net || Kesadaran tentang otonomi tubuh dan kesetaraan gender masih menjadi hal yang tabu di masyarakat desa. Melihat kondisi itu, mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro menggagas edukasi langsung ke sekolah.
Program tersebut digagas Keshia Aqilah Dian Prasetya bersama tim dari Prodi Sastra Inggris Undip. Kegiatan bertajuk “Edukasi Otonomi Tubuh, Kesetaraan Gender, dan Pemahaman Pencegahan Kekerasan Seksual” digelar di MI NU 11 Karangayu, Sabtu (25/7/2026).
Acara diawali dengan materi kesetaraan. Anak-anak diajak memahami bahwa semua anak memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan emosi secara sehat, tanpa dibatasi stereotip laki-laki atau perempuan.
Tim KKN juga mengajak siswa untuk menghentikan ucapan-ucapan yang bernada seksis di lingkungan sekolah maupun rumah.
Sesi berikutnya membahas otonomi tubuh. Melalui konsep “konsen”, anak-anak diajarkan memahami batasan tubuh sendiri dan menghargai batasan tubuh orang lain.
Edukasi dilanjutkan dengan pencegahan kekerasan seksual. Tim KKN menayangkan video kampanye dan mengajak siswa meneriakkan yel-yel sebagai bentuk penguatan pesan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Materi dikemas dengan cara menarik sehingga siswa antusias mengikuti dari awal hingga akhir.





