Baginya, kemajuan pers diukur dari keberaniannya menyajikan kebenaran, bukan dari sensasi yang menyesatkan publik.
“Itu yang selalu saya tekankan. Jaga kekompakan, jaga marwah. Jangan sampai wartawan kehilangan jati dirinya karena mengabaikan kode etik,” tegasnya.
Sementara Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyambut baik kehadiran FWP sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Chandra menilai, di tengah banjir informasi di media sosial, peran pers yang terverifikasi dan bekerja sesuai aturan sangat dibutuhkan untuk meluruskan kabar bohong.
Ia bahkan menyinggung fenomena warga yang mendadak mengaku wartawan hanya bermodalkan ponsel.
“Semua orang sekarang bisa bikin berita di medsos, tapi belum tentu benar. Di sinilah FWP saya harapkan tampil menjadi penyeimbang, menyajikan informasi yang bertanggung jawab dan ikut menjaga Pati tetap kondusif,” tutup Chandra.





