“Harusnya pekerjaan itu bisa maksimal dengan nilai anggaran segitu, sebab kalau kita kalkulasi secara hitungan seperti pekerjaan drainase di belakang kantor balai desa per meternya menghabiskan kurang lebih Rp.900.000/meter, apa pemerintah desa tidak untung, dengan pekerjaan itu,”Sindir salah satu warga yang enggan disebut namanya Senin, (29/8/2022).
Warga menjelaskan, terjadinya penyimpangan dalam pembangunan drainase ini, juga karena tidak ada pengawasan dari instansi terkait secara langsung. Terutama saat proses pembangunan. Sehingga apa saja bahan yang digunakan dan apakah sesuai atau tidak ukuran material untuk membangun, tidak ada yang mengontrol.
Sementara Kepala Desa Sukoagung Suwarto ketika dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp meminta agar wartawan ini datang menemuinya, tanpa memberikan tanggapan yang jelas soal proyek yang dikerjakan.
“Seperti itu ngapain, mendingan kesini, kalau tidak ketemu ya maaf karena pekerjaan saya banyak,”Singkatnya.
(Ari:Ws/RedZ1)





