“Hasil produksi 6,5 ton sampai 7 ton di luas areal lahan 575 hektar. Ada lahan yang belum dipanen, tinggal sedikit,” pungkas Masrukan.
Masrukan juga menjelaskan bahwa kenaikan harga GKP ini akan berdampak positif bagi petani di Kabupaten Pati.”Petani akan mendapatkan pendapatan yang lebih baik dengan harga GKP yang tinggi,”ujarnya.
Kenaikan harga GKP ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pati. “Dengan harga GKP yang tinggi, petani dapat meningkatkan taraf hidup mereka,”tambah Masrukan.
Pemerintah Kabupaten Pati juga diharapkan dapat terus mendukung petani dengan memberikan bantuan dan fasilitas yang memadai.”Bantuan pemerintah sangat dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan produksi dan kualitas GKP,”kata Masrukan.
Dalam jangka panjang, kenaikan harga GKP ini dapat meningkatkan produksi padi di Kabupaten Pati. “Dengan harga GKP yang tinggi, petani akan lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi,”ujarnya.
Kenaikan harga GKP ini juga dapat meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Pati. “Dengan produksi GKP yang meningkat, pendapatan daerah juga akan meningkat,”tambah Masrukan.
Namun, Masrukan juga mengingatkan bahwa kenaikan harga GKP ini dapat berdampak pada harga beras di pasaran.”Kenaikan harga GKP dapat meningkatkan harga beras, sehingga perlu diwaspadai,”katanya.
Dalam menghadapi kenaikan harga GKP ini, petani di Kabupaten Pati diharapkan dapat meningkatkan kualitas GKP dan produksi padi. “Dengan kualitas GKP yang baik, petani dapat meningkatkan pendapatan mereka,”pungkas Masrukan.





