Apalagi, lahan pertanian di wilayah Winong dan Pucakwangi berpotensi mengalami kekurangan pasokan air.
“Sejauh ini bendungan itu tidak bisa berfungsi baik dan tidak bisa menampung air. Kondisinya terlalu dangkal, sehingga perlu segera dinormalisasi,” kata Suharmanto.
Ia menyebutkan, jika normalisasi dilakukan, manfaatnya akan langsung dirasakan petani di dua kecamatan tersebut.
Ketersediaan air irigasi dinilai sangat krusial untuk menjaga hasil panen tetap stabil.
“Semoga Pemerintah daerah segera menindaklanjuti aspirasi ini agar Bendungan Sumedang kembali optimal dan mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pati.”harapnya





