Petani mengaku resah menghadapi kawanan kera. Setiap hari mereka harus bergantian menjaga lahan agar tidak habis dijarah.
Warsiti mengatakan, DPRD Pati akan menindaklanjuti keluhan warga. Komisi terkait akan memanggil dinas pertanian dan instansi konservasi untuk mencari solusi.
“Ini kejadian baru. Selama ini kera kalau masuk lahan warga hanya beberapa ekor, tapi sekarang sampai puluhan ekor,” ujar Warsiti.
Ia berharap ada penanganan cepat dari pemerintah. Mulai dari pengusiran, pembuatan pagar alami, hingga langkah konservasi agar kera tidak kembali ke lahan warga.
DPRD, kata Warsiti, akan mendorong koordinasi antara Pemkab Pati, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, dan warga. Supaya konflik manusia dan kera bisa diselesaikan tanpa merugikan petani.





