Sunarto menyebut, salah satu pasien memiliki riwayat penyakit maag, sehingga pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti gejala yang dialami.
“Tadi pagi ada yang masuk di laboratorium rumah sakit, dirawat. Memang ada riwayat sakit maag, kita tidak bisa menyimpulkan darimana,” imbuhnya.
Saat ini, Puskesmas Cluwak telah mengambil sampel makanan dan menyerahkannya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pati untuk diuji laboratorium.
“Kita laksanakan pengambilan sampel, kita serahkan ke Dinkes. Hasilnya untuk laporan yang detail,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap SPPG Ngablak 2 dengan melakukan inspeksi sanitasi lingkungan dan pengecekan kandungan gizi menu MBG.
Sunarto juga meminta agar pihak SPPG lebih responsif dan segera berkoordinasi dengan bidan desa maupun Puskesmas jika ditemukan gejala keracunan.
“Pembinaan SPPG, sidak lingkungan seperti sanitasi dan melakukan sidak kandungan gizi. Bila ada gejala, secepatnya SPPG koordinasi dengan bidan desa maupun Puskesmas,” pungkasnya.





