Diketahui, Dari hasil prediksi BMKG menyebut Krisis air terjadi hampir di seluruh belahan dunia dan menjadi krisis global yang harus diantisipasi setiap negara. Tidak peduli itu negara maju atau berkembang, sebab isu ini harus menjadi perhatian bersama oleh seluruh negara.
“Iklim ini sudah terlihat sangat jelas, meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca juga berdampak pada meningkatnya laju kenaikan temperatur udara, dan itu mengakibatkan proses pemanasan global terus berlanjut, dan berdampak pada fenomena perubahan iklim,”Ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Ketersediaan air permukaan dan air tanah yang makin berkurang ini, Kata Dwikorita, akan mempengaruhi ketersediaan air bersih di berbagai belahan bumi, dan perubahan iklim yang ekstrem menyebabkan proses turunnya hujan menjadi ekstrem dan tidak merata, sehingga sebagian besar daerah di bumi memiliki curah hujan yang tinggi, sedangkan di daerah bagian lain tidak.
(ADV-Ws/Z1)





