Dirinya menjelaskan bahwasanya industri yang tidak cocok dengan iklim lingkungan di Kabupaten Pati seharusnya di singgung, karena Larinya ke dampak lingkungan sekitar.
“Larinya industrialisasi yang tidak mengeluarkan karbon terlalu banyak. Tapi berkaitan dengan lingkungan tidak di singgung sama sekali. Yang jelas, potensi sumber daya alam harus back to nature,”Jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pati, Riyoso mengaku bahwa investasi di bidang pertanian tercatat secara individu, sehingga untuk investasi ini penerapannya berbeda.
“Investasi di bidang pertanian kebanyakan perorangan, mencatatnya dia tidak investasi, versi kita dari nilai dia menanamkan modal hingga beli tanah, konstruksi bangunan, dan mesinnya, kalau dari sektor pertanian itu menggunakan lahan petani, terus yang investasi kan paling modal kerja,”Ujarnya.
“Investasi tepat itu bersumber dari modal tetap, artinya aset yang bisa menghasilkan bahan, menghasilkan barang atau jasa yang bisa produktif.”Tambahnya.
(ADV-Ws/Z1)





