Banjir Kembali Menggenangi Desa Mintobasuki

“Untuk kerugian akibat tanaman yang terendam banjir mencapai ratusan juta terdiri, Rp 185 juta tanaman padi, dan Rp 170 juta tanaman tebu,”Ujarnya.

Dijelaskan, Banjir yang terjadi di Desa Mintobasuki sering terjadi, selain curah hujan yang tinggi juga akibat luapan air dari anak sungai Juana.

“Untuk banjir di jalan mencapai 2260 meter, dan untuk ketinggian air di pekarangan rumah hingga di jalan mencapai 10 sampai 120 cm, dan sampai saat ini warga hanya bertahan tidak ada yang mengungsi,”Tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Hardi mengaku bahwa banjir yang kerap terjadi setiap tahun itu disebabkan karena hutan di pegunungan kendeng yang gundul.

“Banjir yang terjadi setiap tahunnya itu karena hutannya gundul, dan ini perlu adanya reboisasi atau penanaman hutan kembali agar ada serapan air, sehingga bisa mengurangi terjadinya banjir,”Singkatnya.
(ADV-Ws/Z1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *