Beton normal yang dikombinasikan baja tulangan dinamakan beton bertulang.
Beton bertulang merupakan bagian terpenting dalam membuat rumah tahan gempa.
Pengerjaan dan kualitas dari beton bertulang harus sangat diperhatikan karena dapat melindungi besi dari pengaruh luar, misalnya korosi. Beton bertulang dapat mengalami tekanan permanen karena ada tulangannya, sehingga dapat meningkatkan sifat-sifat struktur bangunan ketika dikenakan beban.
Menurut SNI 03-2847-2002, tulangan yang dapat digunakan pada elemen beton bertulang dibatasi hanya pada baja tulangan dan kawat baja saja. Beton bertulang yang berupa baja tulangan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu baja tulangan polos (BJTP) dan baja tulangan ulir atau deform (BJTD).
Baja tulangan polos adalah baja tulangan beton berpenampang bundar dengan permukaan rata tidak bersirip/berulir. Baja tulangan polos biasanya digunkan untuk tulangan geser/begel/sengkang.
Tegangan leleh (fy) minimal yang dimiliki baja tulangan polos sebesar 240 MPa. Baja tulangan polos lebih mudah dibengkokkan dan mudah untuk dipasang serta digunakan.
Selain baja tulangan polos, yang termasuk ke dalam jenis beton bertulang adalah baja tulangan ulir.
Baja tulangan ulir merupakan baja tulangan beton yang permukaannya memiliki sirip/ulir melintang dan memanjang. Baja tulangan ulir atau deform digunakan untuk tulangan longitudinal. Tegangan leleh (fy) minimal pada baja tulangan ulir sebesar 300 MPa. Baja tulangan ulir sulit dibentuk dari pada baja tulangan polos.
Tulangan polos dan tulangan ulir hanya diutamakan untuk menahan beban tarik pada struktur beton bertulang, sedangkan beban tekan yang yang bekerja cukup ditahan oleh betonnya.
Baja tulangan ulir merupakan jenis tulangan yang termasuk bagian penting dalam membangun konstruksi yang dapat mengurangi kerugian-kerugian yang nantinya timbul pada saat gempa.
Adapun kerugian-kerugian tersebut diantaranya, kerugian materiil yang besar pada bangunan misalnya kerusakan pada beton bertulang. Bangunan yang tidak menggunakan rangka pengikat (kolom praktis dan ring balk) dari beton bertulang mengakibatkan bangunan sangat getas dan rapuh, sehingga bangunan mudah roboh dan menyebabkan kerugian.
Kerusakan pada pondasi saat gempa merupakan bentuk kerugian materiil, sebab terjadi penurunan sebagian pondasi. Kerugian lainnya yaitu kerusakan bangunan yang parah mengakibatkan banyaknya korban jiwa.
Setelah mengetahui banyaknya kerugian akibat kerusakan konstruksi pada saat terjadinya gempa, maka penting bagi masyarakat untuk menerapkan konstruksi tahan gempa saat membangun bangunan.
Ada beberapa alasan pentingnya masyarakat untuk membangun konstruksi bangunan tahan gempa diantaranya, pada saat tidak terjadi gempa bumi, penghuni merasa aman dan nyaman dalam beraktifitas di dalamnya. Selain itu, pentingnya membangun konstruksi bangunan tahan gempa yaitu agar pada saat terjadi gempa bumi, meskipun rumah mengalami kerusakan, diharapkan tidak terjadi korban jiwa pada penghuni rumah.
Penting juga bagi masyarakat untuk membangun konstruksi tahan gempa, sebab dengan demikian, bangunan mampu merespon gempa serta dapat meredam getaran gempa.
Itulah beberapa alasan pentingnya membangun konstruksi bangunan tahan gempa. Dengan mengetahui pentingnya membangun konstruksi bangunan tahan gempa, maka dapat meminimalisasi dampak yang ditimbulkan dari gempa.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk memilih konstruksi tahan gempa ketika akan membangun hunian atau bangunan lainnya agar dampak dari gempa dapat diminimalisasi.
Mengingat konstruksi tahan gempa mampu mengurangi kerugian saat terjadinya bencana, maka dibutuhkan peran dari pemerintah untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait hal tersebut.
Pemerintah perlu memastikan setiap bangunan, termasuk rumah tinggal warga negara memiliki konstruksi yang tahan guncangan gempa untuk meminimalisasi kerusakan akibat gempa.
Mayarakat dapat mengurangi risiko akibat gempa dengan meningkatkan kapasitas dan menurunkan kerentanan akibat kualitas hunian yang buruk menggunakan konsep konstruksi bangunan tahan gempa.
Itulah beberapa alasan pentingnya menerapkan konstruksi tahan gempa yang dapat meminimalisasi dampak yang ditimbulkan pada saat terjadinya gempa.
Penulis : Fitria Noviastuti (Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tidar)





