Menurutnya, Persawahan yang kesulitan air saat ini banyak terjadi di wilayah Pati Selatan, untuk Pati Utara rata-rata masih bisa terjangkau untuk MT 3, meski saat ini musim kemarau.
“Untuk Pati Utara seperti di Kecamatan Tayu, Margoyoso, Dukuhseti masih bisa MT 3, karena mereka disana menggunakan sumur-sumur pompa, beda dengan Pati Selatan, dipompa pun juga tidak keluar air.”katanya.
Para petani di wilayah Pati Selatan tidak berani beresiko untuk menanam pada masa musim kemarau, karena memang untuk kebutuhan air sangat sulit. Para petani biasanya mulai menanam pada saat musim penghujan.
“Untuk sementara daripada beresiko, mereka tidak tanam, karena nunggu hujan, dan harapan kita nanti bukan Oktober sudah hujan,”tandasnya.
(Red)





