Dirinya juga tidak mempermasalahkan soal pencairan anggaran yang menjelang akhir tahun 2023.
Menurut Henggar, Bankeu yang disalurkan ini tidak terlambat, karena untuk kegiatannya sudah dijalankan.
“Kita tidak terlambat, karena ini hanya sosialisasi, dan kegiatan sudah jalan,”ujarnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Riyoso mengaku ada 127 Desa yang mendapatkan Bankeu.
Bantuan ini bersumber dari APBD Perubahan tahun 2023, yang digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana pedesaan.
“Untuk totalnya ada 127 Desa yang tersebar di 21 Kecamatan yang mendapatkan Bankeu ini,”singkatnya.
(Red)





