Joni Soroti Minimnya Anggaran Penanganan DBD

Di sisi lain, dirinya juga mendorong masyarakat menjaga lingkungan sekitar. Menurutnya, lingkungan yang kotor menjadi tempat berkembangbiyaknya nyamuk aedes aegypti. Sehingga, hal ini harus benar-benar diperhatikan masyarakat.

“Masyarakat juga harus memperhatikan lingkungan agar tidak ada tempat pengembangbiakan nyamuk. Penyakit ini luar biasa bahaya,” pungkasnya.

Sementara itu Slamet, salah satu warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti mengaku kecewa mengetahui minimnya pencegahan DBD seperti foging.

“Intinya kecewa dengan pemerintah karena sejauh ini tidak ada pencegah khususnya foging. Kalau bisa ya segera dilakukan penyemprotan (foging) supaya penyakit ini (DBD) tidak semakin meluas,” ujarnya. (ADV/Lam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *