“Penerbitan NIB pada tahun 2023, katanya, meningkat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2021 penerbitan NIB dari UMK hanya 4.729. Kemudian meningkat pada tahun 2022 menjadi sebesar 7.939.”ujarnya
Untuk kendala yang terjadi, Kata Dia, biasanya terjadi pada sistem, namun itu tidak berpengaruh, karena untuk sistemnya itu dari pusat.
“Sistem itu dari pusat, kita hanya pengguna saja, kalau ada kendala langsung ditangani oleh maintenance, kita tunggu sebentar saja nanti sudah langsung bisa,” ujarnya.
Untuk memudahkan masyarakat dalam menerbitkan NIB, Riyoso mengaku sering melakukan jemput bola. Salah satunya dengan menggelar Sunday Morning Service (SMS) di acara Car Free Day (CFD).
“Banyak peminat untuk membuatkan NIB. Biasanya kalau jam kerja pada ndak bisa (mengajukan), tapi kalau pas waktu santai atau libur baru bisa mengajukan izin,” terangnya.
Diketahui, Untuk target realisasi investasi pada tahun 2024 kembali dinaikkan. Dari sektor PMDN dinaikkan menjadi Rp 1,3 triliun. Sementara, dari sektor PMA sebesar Rp 4,9 miliar.





