“Yang banjir di wilayah Alun-Alun Kayen, RSUD Kayen, Jembatan Sompok, timur SMPN 1 Kayen,”katanya saat dikonfirmasi di lokasi banjir.
Terpisah, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya mengaku bahwa banjir ini selalu terjadi tiap tahun.
Hal itu lantaran air dari daerah atas, seperti Slungkep, Sumbersari, yang turun hingga membanjiri wilayah Kayen tepatnya di depan RSUD Kayen.
Sementara untuk saluran air di wilayah Alun-Alun Kayen tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Banyak saluran air yang sudah beralih fungsi menjadi bangunan pribadi, warung, usaha maupun bisnis, sehingga itu menghambat aliran air,”ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir terjadi juga dikarenakan beberapa faktor seperti kawasan hutan di Pegunungan Kendeng yang sudah beralih menjadi lahan pertanian.
“Hutan yang semestinya menjadi fungsi lindung, kini sudah berubah menjadi tanaman semusim utamanya jagung, dan itu tidak bisa mencegah terjadinya banjir,”tandasnya.





