Sesuai data, Lanjutnya, Rumah warga yang terdampak banjir paling parah terjadi di RW 1 ada 7 RT, Dukuh Gangmalang, dan di RW 2.
Banjir juga masuk di area pasar, dan saat ini warga semua waspada, agar air tidak bertambah tinggi.
“Kami sudah membuat surat lewat pos kedinasan dan minta operator bego, karena memang akibat banjir ini, air tidak bergerak sama sekali.”ucapnya.
Saat ini, pihak desa sudah menyurat ke BBWS maupun ke DPUTR Pati untuk meminta bantuan untuk usulan pengerukan sungai.

“Kami sudah layangkan surat, dan semoga usulan pengerukan pemecahan air dari jembatan balok jengot ke utara sampai desa Bungasrejo bisa direalisasi tahun ini (2024,red).”pintanya
“Kami juga minta pemerintah segera melaksanakan pengerukan setiap tahun di sungai jalur Sentul, agar tidak terjadi banjir lagi saat air naik,”tambahnya.





