Langkah yang perlu dilakukan itu untuk memberikan fasilitas rumah burung hantu (rubuha).
“Cukup difasilitasi rubuha di sekitar areal persawahan, mereka akan menetap di lokasi tersebut,” tandasnya.
Burung hantu dipilih sebagai predator dikarenakan memiliki kemampuan mendeteksi mangsa dari jarak jauh. Bahkan sampai jarak 500 meter.
“Hewan ini memiliki pendengaran yang sangat tajam serta mampu terbang dan menyergap mangsanya dengan cepat tanpa suara,” terangnya.
Sukarno juga berharap petani tidak lagi memakai jebakan tikus beraliran listrik dan diganti dengan burung hantu untuk membasmi tikus. Karena beberapa nyawa telah melayang akibat jebakan maut yang dipasang di sawah tersebut. (Adv)





