Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, Kondisi di lokasi saat ini sudah dijaga warga setempat dan di pasangi peringatan dilarang masuk
Warga mulai mengantisipasi dan waspada jika nanti bertambah lebar retakan yang sewaktu-waktu bisa terjadi
“Awalnya warga merasakan adanya getaran pada tanah, ketika di cek ternyata ada retakan tanah yang mulai menjalar di dinding rumah dan sepanjang bantaran sungai,”katanya
Dijelaskan, Pergeseran Tanah di Dukuh Guyangan itu terjadi pada Jum’at dan Sabtu
Saat itu, retakan mulai melebar dan menyebabkan 2 Rumah dan 11 bangunan ruko hampir roboh dengan kerusakan cukup berat.
Ia menduga penyebab awal peristiwa itu terjadi akibat pengerukan kali di bantaran sungai beberapa hari lalu
Apalagi, dengan adanya musim kemarau yang terjadi saat ini menyebabkan penurunan struktur tanah.
“Untuk retakan tanah panjangnya kurang lebih 1 km, sedangkan untuk lokasi yang terdampak kerusakan sejauh 400 meter.”terangnya
Diketahui, Akibat peristiwa itu untuk rumah yang paling parah mengalami kerusakan yakni milik Sumadi (37) dan milik Budi (35)





