“Kolaborasi birokrasi dan akademisi ini tentu kita anggap lengkap untuk memimpin Halmahera Utara,”ungkap Fahmi.
Fahmi bilang, dimasa Piet Hein Babua masih aktif sebagai pejabat, dia tahu betul kondisi daerah, cara mengelola sistem birokrasinya juga paham.
Kala itu, Daerah Halmahera Utara membutuhkan percepatan pembangunan, dan sistem tata kelola birokrasi yang baik.
Begitu juga Kasman Hi Ahmad seorang pendiri universitas Muhammadiyah Maluku Utara, dan juga seorang rektor
“Dari pengalaman mereka saja, kita sudah tahu, berpikir untuk publik. Pasangan Piet-kasman adalah pasangan yang tepat, memimpin daerah ini,” jelasnya.
Fahmi mengajak, masyarakat Halmahera Utara menjatuhkan pilihan yang tepat, jangan memilih pemimpin yang rekam jejaknya belum diketahui.
“Pengalaman yang lengkap hanya pasangan piet-kasman. Mari memilih pemimpin yang benar-benar berpihak kepada rakyat,”terangnya





