Mereka sudah tidak bisa bekerja lagi lantaran terbentur faktur usia. Bahkan, yang perempuan saat ini hanya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT)
“Kami sekarang nganggur, jadi ibu rumah tangga, mencari kerja susah karena faktur usia, padahal sudah beberapa kali memasukan lamaran, tapi tidak diterima,”keluhnya
Hal senada juga disampaikan Roni yang juga sebagai mantan pegawai RSUD Suwondo Pati dan pernah mengabdi 20 tahun
Ia saat ini belum mendapatkan pekerjaan lagi setelah di berhentikan dari RSUD Suwondo. Padahal, sudah melamar kemana-mana
“Saya cari pekerjaan lagi susah, karena faktur usia, dan perekonomian saat ini keteteran, karena tidak ada pemasukan,”sesalnya
“Alasan diberhentikan karena efisiensi anggaran, tapi ada informasi terbaru katanya ada perekrutan lagi 350 orang, saya kecewa sekali,”tambahnya
Sebelumnya, Bupati Pati Sudewo menyebut, jumlah pegawai honorer di RSUD Soewondo saat ini terlalu banyak, sehingga harus ada pengurangan pegawai supaya tidak membebani keuangan rumah sakit.
“Yang non-ASN itu berjumlah 525. Secara logika, itu harusnya hanya kisaran 200an. Kalau over seperti itu, berarti membebani keuangan Rumah Sakit Soewondo,” tegas Sudewo di Pendapa Pati, pada Jumat (21/3/2025) lalu





