Ia menegaskan, keputusan itu diambil demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pati agar tetap kondusif.
Menurutnya, kehadiran massa APB dalam sidang dikhawatirkan dapat menimbulkan gesekan fisik dengan kelompok lain yang juga berencana hadir.
“Mengingat, menimbang, dan memutuskan supaya Pati itu tercipta damai dan tidak terlihat rusuh. Karena apabila kami nanti hadir, saya khawatirkan ada konfrontasi atau gesekan fisik dengan aliansi masyarakat Pati Bersatu,”jelasnya.
Sutirto menyebut bahwa keputusan ini juga merupakan hasil arahan dari pihak Polresta dan TNI yang meminta agar pihaknya tidak memobilisasi massa ke gedung DPRD Pati.
“Maka dari itu, dari arahan pihak Polresta dan TNI, kami menghentikan dan sepakat untuk tidak hadir di sidang Paripurna Hak Angket,”tegasnya





