Apresiasi juga datang dari Ahmad Syaiku, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati.
Ia menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama terkait penguatan ekoteologi dan Gerakan ASRI, yakni Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah.
“Kita sebagai khalifah harus melestarikan alam. Upaya ini bagian dari ibadah. MAN 2 Pati luar biasa, matang bukan hanya akademik tapi juga kepedulian lingkungan,” tuturnya.
Salah satu kader Adiwiyata MAN 2 Pati, Alifia mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman ribuan pohon mangrove di Desa Tunggulsari tersebut.
“Senang banget. Hujan ditabras aja, yang penting bisa nanam mangrove,”ucapnya sambil tertawa.
Guru pendamping Qoidul Umam menambahkan, kegiatan tersebut menurutnya bukan hanya peringatan Harlah MAN 2 Pati, tetapi juga bentuk aksi nyata dari program Adiwiyata.
“Kami berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk terus menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.





