Korban ditemukan mengapung dalam posisi tengkurap dan langsung diangkat ke perahu untuk diberi pertolongan pertama. Namun nyawanya tak terselamatkan.
“Saat dinaikkan ke perahu, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” tandasnya.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Bakalan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah laut.
“Keluarga membuat surat pernyataan resmi bahwa kejadian ini murni kecelakaan dan tidak menuntut proses autopsi,” imbuh Kapolsek.
Kapolsek menambahkan bahwa cuaca laut Dukuhseti sejak pagi memang tidak stabil. Gelombang tiba-tiba tinggi,
Ia mengimbau seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengenakan alat keselamatan saat melaut.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Keselamatan harus menjadi prioritas,”pungkas Kapolsek.





