Kondisi ini menjadi modal besar untuk dikembangkan sebagai sentra buah sekaligus kawasan desa wisata berbasis pertanian.
“Liyane meneh (lainnya lagi) terkait diusahakan di desa wisata di Kecamatan Gunungwungkal, karena banyak tanaman buah. Nah, bisa dibuatkan pasar buah di Kecamatan Gununwungkal karena potensi wisata buahnya banyak,” sebutnya.
Eko menilai pengembangan potensi buah tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga perlu dukungan sarana pemasaran yang memadai.
Dengan sistem yang tepat, hasil panen petani bisa terserap maksimal kepada masyarakat
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, pengembangan potensi buah juga diyakini mampu memperkuat identitas Gunungwungkal sebagai daerah penghasil buah unggulan di Kabupaten Pati.
DPRD berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah, sehingga potensi buah Gunungwungkal benar-benar memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.





