Namun, kunci keberhasilan program ini tetap berada di tangan keluarga untuk selalu memberikan edukasi dan wawasan pada anak-anaknya
“Edukasi yang dilakukan itu tak akan berpengaruh signifikan mengubah mindset ketika tidak ada dukungan peran dari orang tua.”katanya
Peran keluarga, Lanjut Dia, Cukup berimbas terhadap berjalannya program untuk menunda pernikahan hingga usia yang cukup,
Olehnya itu, anak-anak diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, kematangan emosional serta kesehatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan agar tercipta keluarga yang berkualitas.
“Semaksimal mungkin kami ajak para remaja untuk tidak terburu-buru menikah dini sebelum masuk usia dewasa. Baik itu laki-laki maupun perempuan di bawah umur dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.





