“Untuk kelas 6 yang sekarang ini melaksanakan kegiatan ujian, apakah tetap di situ atau dipindahkan ke tempat lain, nanti dari Pak Kemenag bisa menjawabnya,” ujar Candra
Ia menekankan, Kemenag sudah turun langsung untuk memastikan tidak ada masalah yang menimpa anak didik saat ujian akhir semester.“Dari Kemenag sudah melaksanakan kegiatan di sana untuk memitigasi apa-apa saja yang masih terkait. Itu urgensi untuk anak didik kita. Jangan sampai anak didik kita ini juga ada masalah pada saat ujian akhir semester,” tambahnya.
Saat ditanya apakah penutupan hanya untuk santri putri, Candra menegaskan penutupan berlaku untuk seluruh pendaftaran tahun ini.“Ditutup semua. Untuk pendaftaran tahun ini ditutup semua, tidak ada pendaftaran lagi,” tegasnya
Candra juga mengungkapkan adanya usulan dari anggota DPRD Kabupaten Pati Komisi D agar ponpes tersebut ditutup permanen sebagai efek jera.
“Ini adalah langkah dari Bu Menteri. Kalau bisa ada usulan dari Pak Anggota Dewan DPRD Kabupaten Pati Komisi D tadi untuk bisa dilakukan tutup permanen, karena jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi lagi di pondok-pondok pesantren yang lain,”ungkapnya.
Ia berharap penanganan cepat dari pemerintah pusat hingga daerah bisa meredam keresahan masyarakat. “Bu Menteri juga sudah hadir ke Pati untuk menangani hal ini. Saya kira ini akan tertangani dengan cepat supaya tidak ada keresahan di masyarakat Kabupaten Pati,”pungkasnya





