Muntamah menekankan petani justru paling paham siklus alam. “Petani tambak itu pasti tahu kapan air pasang, pemerintah harus ada perhatian,” ujarnya.
Kerja normalisasi tidak cukup sekali keruk lalu ditinggal. Sungai harus rutin dikeruk, tanggul dicek kekuatannya, dan saluran air dibersihkan agar aliran lancar.
Namun kemampuan anggaran daerah terbatas untuk pekerjaan sebesar itu. Karena itu ia mendorong pemerintah daerah tidak berjalan sendiri dalam menangani rob.
“Normalisasi sungai tidak hanya dilakukan, tapi harus ada kolaborasi dengan pemerintah pusat. Pemerintah harus perhatian dengan petani tambak,” katanya.
Ia berharap ada koordinasi kuat antara Pemkab Pati, Pemprov Jateng, dan pemerintah pusat. Dengan sinergi tiga level itu, perhatian nyata ke warga terdampak rob bisa segera terwujud.





