DPRD Pati Dorong Pemerintah Buat Program Satu Rumah Satu Sarjana, Fokus ke Keluarga Tidak Mampu

Menurut Muntamah, bentuk fasilitas itu bisa beragam. Mulai dari beasiswa penuh, bantuan biaya hidup, subsidi uang kuliah, hingga program asrama mahasiswa bagi warga Pati yang kuliah di luar daerah.

Selain akses kuliah, ia juga menyoroti pentingnya pendampingan pasca-lulus. Sebab tujuan akhir program bukan sekadar mencetak sarjana, melainkan melahirkan lulusan yang produktif.

“Harapannya, anak-anak yang sarjana nanti tidak cuma cari kerja, tapi bisa menciptakan lapangan kerja dari ilmu yang didapat. Jadi ada dampak ekonomi nyata untuk keluarga dan lingkungan,”jelas Muntamah.

Ia mencontohkan, lulusan pertanian bisa membangun usaha agribisnis, lulusan teknik bisa membuka bengkel atau jasa konstruksi, dan lulusan keguruan bisa merintis lembaga pendidikan. Dengan begitu, satu sarjana bisa mengangkat ekonomi satu rumah.

Muntamah menambahkan, Pemkab Pati perlu memetakan data keluarga yang belum memiliki anggota sarjana, terutama di desa-desa. Data itu nantinya menjadi basis penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

“Ini kebijakan baik yang harus kita kawal bersama. Pemerintah harus pastikan tidak ada anak Pati yang gagal kuliah hanya karena faktor biaya. Satu rumah satu sarjana harus benar-benar terwujud,” tutupnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *