PATI, zonasatu.net || Keputusan Pemerintah Kabupaten Pati menanggung seluruh biaya pengobatan ratusan siswa yang diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Gembong menuai beragam tanggapan masyarakat.
Warga mempertanyakan, mengapa pembiayaan tidak langsung dibebankan kepada SPPG selaku penyedia makanan, melainkan harus ditanggung APBD Pati.
Menjawab keresahan itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan keselamatan anak adalah hal utama yang tidak bisa ditunda.
“Dalam situasi darurat keselamatan anak harus didahulukan. Mekanisme pertanggungjawaban ke SPPG akan dikejar setelah penanganan selesai,” ujar Risma
Ia menjelaskan, Pemkab bergerak cepat setelah menerima laporan dugaan keracunan massal di dua sekolah Gembong. Seluruh biaya perawatan di rumah sakit dipastikan gratis dan ditanggung pemerintah daerah.
Langkah ini, kata Risma, diambil agar tidak ada orang tua yang menahan anaknya berobat karena khawatir biaya.
“Orang tua yang takut memeriksakan anaknya karena menanggung biaya, maka bisa ditanggung dan cepat memeriksakan anaknya ke rumah sakit dan tanpa biaya,” jelasnya.
Risma menyebut pihaknya belum membahas detail siapa yang akan bertanggung jawab secara hukum. Urusan dengan SPPG dan BGN akan diselesaikan setelah seluruh siswa tertangani.





