Menurutnya, pelayanan kesehatan harus direncanakan secara matang dan benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
“Pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi. Kita harus memastikan pelayanan benar-benar menjawab kebutuhan, dilakukan secara terencana, dan menjangkau mereka yang membutuhkan,” tegas Piet.
Melalui kerja sama dengan IDI, Pemkab Halut berharap pemeriksaan kesehatan mampu mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini, sehingga ASN dapat segera memperoleh penanganan medis yang tepat.
“Langkah ini penting agar kesehatan ASN tetap terjaga dan mereka bisa bekerja optimal dalam menjalankan tugas pemerintahan,” sambungnya.
Pemkab Halut juga mendorong pola pelayanan kesehatan yang lebih proaktif, tidak menunggu sakit, namun fokus pada upaya pencegahan.
“Upaya ini diharapkan dapat mendukung kesehatan aparatur sekaligus menunjang optimalisasi tugas pemerintahan dan pelayanan publik kepada masyarakat,” pungkasnya.





