Hadir Di Dialog Publik, Wabup Kasman Soroti Kepunahan Bahasa Daerah

HALUT, zonasatu.net || Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag M.Pd., menyoroti ancaman kepunahan bahasa daerah di Maluku Utara, termasuk bahasa Tobelo dan Galela yang mulai terancam kehilangan penuturnya.

Hal tersebut disampaikan Kasman saat menjadi pemateri dalam dialog publik yang digelar Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Halmahera Utara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Selasa (3/11/2026), di Auditorium Universitas Halmahera (Uniera).

Dialog publik tersebut mengangkat tema “Menghidupkan Semangat Sumpah Pemuda, Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis sebagai Hak Seluruh Rakyat”.

Kegiatan dialog ini dipandu oleh Ketua EK-LMND Halut, Arganto Revli Kotu, dengan menghadirkan tiga pemateri, yakni Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag. M.Pd., Dr. Lilian G. F. Apituley M.Hum., dosen Fakultas Hukum Uniera, dan Sri Natalia Gumuru. Ketua Edurise Community.

Dalam pemaparannya, Kasman menjelaskan bahwa pendidikan secara filosofis merupakan proses membangun pandangan hidup, keterampilan hidup, dan sikap hidup seseorang.

Karena itu, menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga harus membentuk karakter serta memperkuat nilai-nilai budaya lokal.

Ia mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus berjalan seiring dengan upaya menjaga bahasa dan budaya daerah, sehingga penguatan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tidak boleh membuat masyarakat melupakan bahasa ibu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *