Sebelumnya, Ketua LPPTQ kabupaten Halut dan juga sebagai wakil bupati, Muchlis Tapi Tapi melantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim yang di tandai dengan pemasangan toga secara simbolis.
Wakil bupati mengatakan Desa Supu kecamatan Loloda Utara sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ menjadi perdebatan, tetapi dengan berbagai pertimbangan sehingga Desa Supu bisa menjadi tuan rumah. “Sebenarnya ada pertimbangan juga agar ada perhatian dari pihak terkait untuk dapat melihat kondisi yang ada di wilayah ini.” Ujarnya.
“Kiranya dengan pelaksanaan MTQ ini dapat meningkatkan amal jariah kita, untuk mengarungi kehidupan di masa yang akan datang.” Tambahnya.
Senentara, Kepala Kantor Kementrian Agama Halut, Yamin Tjokra menjelaskan tujuan dilaksanakannya MTQ ke IX di Kabupaten Halut ini adalah untuk mempersiapkan para kafilah yang akan dikirim menjadi perwakilan Kabupaten Halut untuk bertanding ditingkat provinsi maupun nasional serta untuk mensyiarkan nilai nilai Al Quran dan agar kita dapat memahami seluruh kandungan yg terdapat dalam Al Quran tersebut. ” Alquran adalah kitab suci umat Islam yang harus dibaca dan dipelajari, momentum MTQ salah satunya adalah untuk memahami makna dari Alqur’an.” Ujarnya.
Semoga dengan moment MTQ ini, kata Yamin bisa menjadikan kita lebih beristiqomah dalam iman dan menjadi pemersatu bangsa. “Alquran tidak membenarkan radikalisme yang mengatasnamakan agama, tetapi Alquran menjadikan pribadi Islam yang takwa.” Ungkapnya.
Yamin berpesan kepada dewan hakim agar berlaku adil dalam menilai agar dapat menghasilkan peserta yang baik untuk mewakili Kabupaten Halut. ” Kami juga mengapresiasi kepada semua pihak yang sudah mendukung dari mulai persiapan hingga pelaksanaan MTQ mudah -mudahan dapat berjalan dengan baik.” tandasnya.
Seperti diketahui, pelaksanaan MTQ-IX dimulai dari tanggal 05-09 Maret 2022 dengan tema membumikan Al-Quran (man).





