Densus 88 Wanti-Wanti, Radikalisme Mulai Menyasar Anak Melalui Medsos

PATI, zonasatu.net || Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pati menggandeng Densus 88 Anti Teror Polri Korwil Jateng menggelar sosialisasi bahaya radikalisme dan ekstremisme yang menyasar anak lewat media sosial.

Acara yang digelar di SMP Negeri 4 Pati itu dihadiri seluruh kepala SMP se-Kabupaten Pati.

Korwil Jateng Densus 88 Polri, Iptu Reza Permana Putra, mengungkapkan saat ini banyak anak sekolah yang terpapar paham radikalisme dan ekstremisme.“Dari hasil temuan September sampai Desember 2025, sudah ada 100 anak lebih yang diintervensi hukum. Beberapa di antaranya bahkan sudah dibaiat ISIS,”kata Reza.

Ia mencontohkan, beberapa anak yang terpapar itu telah melakukan tindakan nyata seperti pelemparan bom molotov di Jakarta dan Kalimantan.“Dari situlah keprihatinan kami agar paham ini tidak masuk ke lini sekolah,” tegasnya.

Hasil pendalaman Densus 88, anak-anak masuk ke jaringan radikal lewat game online seperti Free Fire, Roblox, PUBG, dan Mobile Legends.

Modusnya, aktor intelektual menyebar paham radikal di fitur live chat dengan mengirimkan tautan ke Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Telegram. “Kalau anak itu tertarik, mereka akan masuk lebih dalam. Kalau tidak, biasanya akan keluar,” jelas Reza.

Ia menambahkan, anak yang terpapar radikalisme justru tidak menunjukkan perilaku negatif secara kasat mata. Karena itu, perlu kepekaan orang tua untuk mengawasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *