Penyebabnya karena ikan-ikan mereka banyak yang terbawa arus, sehingga itu mengakibatkan para petani tambak harus rugi puluhan hingga ratusan juta.
“Kasihan petani yang ikannya sudah berumur 3 bulan atau yang siap panen, karena sudah susah-susah merawat ikan, dan pakan pun sudah habis puluhan karung atau puluhan juta uang, namun tiba-tiba air pasang dan membanjiri tambak mereka,”sesalnya
Selain tambak ikan nila milik petani yang kebanjiran, terlihat juga tambak milik perikanan juga ikut kebanjiran.
“Seperti di sungai sungon yang berada di wilayah Margotuhu Kidul Kecamatan Margoyoso, selama ini belum pernah ada revitalisasi sungai, sehingga ketika turun hujan, air tidak bisa mengalir, dan mengakibatkan tanggul jebol yang menenggelamkan puluhan hingga ratusan tambak, dan petani tambak yang tambaknya berisi ikan langsung terbawa arus,”Keluhnya
(AH:Ws/RedZ1)





