PATI, zonasatu.net || Ratusan peternak ayam dan telur dari Kabupaten Pati menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Pati, Senin (10/8/2026).
Mereka datang dengan membawa sound system dan sejumlah baliho berisi tuntutan. Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan 8 tuntutan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Dalam aksinya, massa juga melakukan pembagian ayam dan telur kepada masyarakat sekitar. Salah satu pendemo bahkan melakukan aksi makan ayam mentah di depan pagar pendopo.
Kekecewaan memuncak ketika pejabat Pemkab Pati belum juga menemui mereka. Sebagai bentuk protes, para pendemo melempari Pendopo Kabupaten Pati dengan telur.
Ketua Asosiasi Unggas Kabupaten Pati, Dwi Agus Siswanto, mengatakan aksi damai ini dilakukan di Alun-alun Simpang 5 Pati dengan membawa 8 tuntutan utama.
“Tuntutan kami, turunkan harga pakan, naikkan harga telur dan daging ayam, hapus monopoli impor bahan baku, dan cukupi kebutuhan jagung sesuai harga HAP,” kata Dwi.
Selain itu, pendemo juga menuntut Kementerian Peternakan agar membatasi EOC dan VAF internal. Mereka juga meminta serapan hasil unggas berupa telur dan daging dimasukkan dalam program pemerintah termasuk MBG.
Dwi mengeluhkan harga jual di tingkat peternak yang saat ini sangat rendah. Harga telur di lapangan hanya Rp20.000 per kilogram, padahal harga acuan pemerintah Rp26.500 per kilogram.
“Idealnya sesuai harga acuan pemerintah Rp26.500 untuk telur. Jadi tiap hari rugi Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogramnya,” ujarnya.





