Koordinator Tim HRP Malut, Munir Radjabessy menyampaikan selama menjalani rawat inap di RSUD Chasan Boesoirie Ternate, timnya secara rutin melakukan visit untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasien dan mendampingi keluarga pasien.
“Ada beberapa CT Scan kendala yang kami temukan saat melakukan pelayanan kepada pasien ini, karena keterbatasan fasilitas seperti yang saat ini dalam kondisi rusak, sempat timbul niat saya untuk membawa pasien ke RSUD Tidore untuk melakukan CT Scan di sana. Namun hal ini beresiko mengingat kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk dipindahkan,” ujar Munir.
“Kami selalu melakukan koordinasi lebih lanjut dengan tim Dokter untuk perawatan pasien ini, namun kami mendapat kabar bahwa pihak keluarga memutuskan ingin memulangkan pasien ke kampung halaman. Berselang beberapa menit setelah seluruh alat medis yang terpasang di tubuh pasien mulai dilepas, Tuhan berkehendak lain. Pasien dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.
Selanjutnya Tim HRP langsung berkoordinasi dengan rumah sakit untuk proses pemulangan jenazah ke kampung halaman di Bakun Pantai Nolu, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, dengan menyediakan segala keperluan mulai dari peti jenazah dan hal lainnya.
Tim HRP juga membantu mengatur rute perjalanan menuju rumah duka mengingat jarak yang cukup jauh dengan waktu tempuh ± 12 Jam.
Tim HRP dan Bapak Haji Robert turut berduka cita sedalam dalamnya dengan berpulangnya salah satu pasien HRP ini. Segenap Tim HRP berdoa semoga amal bel iau diterima di sisi Tuhan dan diampuni segala dosanya serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan (man-02).





