Perlu digaris bawahi penandatanganan ini berangkat dari sebuah harapan pengelolaan lingkungan secara persuasif melalui penghargaan.
Pemerintah Provinsi Malut akan terus berupaya mendorong program penghargaan inovatif untuk dapat mengakomodir seluruh pelaku usaha/kegiatan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang memungkinkan acara ini terselenggara dengan baik. Lingkungan yang sehat membutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pihak secara konstruktif,” katanya.
Bupati Halmahera Utara, Frans Manery menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak, karena melalui NHM, Kabupaten Halmahera Utara dapat menjadi tuan rumah peringatan HLH Sedunia ini.
“Mari bergandengan tangan, melestarikan Provinsi Malut melalui perusahaan-perusahaan tambang yang ada. Ini menjadi pesan penting bagi perusahaan tambang, langkah kita menjaga lingkungan harus dimulai dari sekarang,” Frans menegaskan.
Hadir sebagai pembicara pada seminar tersebut yaitu Co-Founder Komunitas Antheia, Ruhani Nitiyudo, Wakil Presiden Direktur NHM, Amiruddin Hasyim dan Kadis Lingkungan Hidup Malut, Fachruddin Tukuboya, Superintendent Departemen Lingkungan NHM, Widi Wijaya, Andrey Soeroso dari DST NHM dan Konsultan DLH Provinsi Malut, Bagus Aryo.
Peringatan HLH yang dipusatkan di Tambang Emas Gosowong tersebut diselenggarakan selama tiga hari, dimana pada hari pertama, Sabtu 3 Juni diselenggarakan Edukasi Lingkungan dengan tema “Hidup Baik demi Lingkungan Baik”, yang dihadiri oleh para pelajar dari sejumlah sekolah di lingkar tambang NHM.
Kegiatan ini salah satunya bertujuan merangkul generasi muda Halmahera Utara untuk ikut serta berpartisipasi dalam menjaga dan mencintai lingkungan. Sementara pada hari kedua, Minggu 4 Juni, diselenggarakan penanaman mangrove di Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, merupakan salah satu kecamatan lingkar tambang NHM. Penanaman mangrove ini sebagai salah satu komitmen NHM dalam memberikan manfaat bagi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat (man-02).





