“Di dalam kontrakan, kondisinya hanya berantakan susu bubuk tercecer. Anak pertama dibelakang korban, dan anak kedua yang baru berumur 26 hari ada di depan korban,”Ujarnya
Didik mengaku anak yang kecil dimungkinkan mengalami dehidrasi mengingat bibirnya pecah-pecah. Sementara yang besar diajak ke rumahnya.
“Pertama kita tarik bayi itu lalu dilarikan ke IGD Soewondo, karena kondisinya kayak dehidrasi, bibirnya pecah-pecah, ketika dicek di Soewondo sesuai informasi suhunya naik-turun,”Ujarnya.
Dikatakan, Korban sendiri masih terlihat beraktivitas pada hari Selasa (13/6), bahkan juga masih terlihat menjemur pakaian, hanya saja dalam sehari-hari korban kurang bersosialisasi kepada lingkungan.
“Terakhir selasa di sini masih ada aktivitas, korban jemur pakaian kan kelihatan. Keseharian korban paling hanya belanja di sekitar rumah. Sambil mengawasi anak,”Terangnya.
Diketahui, Saat ini jenazah korban masih dilakukan autopsi oleh petugas, bahkan kontrakan korban juga terlihat masih dipasang Police Line (Garis Polisi). Polisi juga masih mendalami dan menyelidiki penyebab meninggalnya korban.
(Lot-Ws/Z1)





